Jumat, 23 Desember 2016

perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan


Berikut ini adalah perbedan antara sel hewan dan sel tumbuhan :

No
Sel  Tumbuhan
Sel Hewan
1.
Mempunyai dinding yang jelas, karena terdapat selullosa (serat-serat) . bagian sel yang mati berupa serekat-serekat, lignin, dan suberin.
Dinding selnya tidak jelas, karena terdiri dari membran/selaput
2.
Dinding sel bentuknya tetap
Dinding sel bentuknya tidak tetap
  3.
Dinding sel berasal dari yang muda disebut pektin dan yang tua disebut sellulosa.
Dinding sel terdiri dari lifida (lemak) dan protein.
  4.
Didalam sel terdapat butir-butir plastida sebagai pembentuk amilum (zat tepung) dan zat warna.
Di dalam sel hewan terdapat pigmen dan zat lemak.
5
Didalam sel terdapat vakuola (rongga udara) yang dapat berdenyut.
Didalam sel hewan jarang terdapat vakuola, kecuali pada protozoa.

Penyakit genetik (Keturunan)

Penyakit keturunan pada manusia atau terjadi karena adanya penyakit kelainan genetik yang diturunkan orangtua kepada anaknya. Penyakit turunan seperti ini tidak bisa bisa dihindari keberadaannya. Dalam hal ini, faktor genetik dari orangtua ada yang hanya beraksi sebagai pembawa sifat saja. Penyakit tersebut baru menampakkan diri setelah dipicu lingkungan dan gaya hidup seseorang.
Dibawah ini ada beberapa macam-macam penyakit menurun pada genetika sebagai berikut :
      Albino adalah penyakit yang gen pada kromosomnya tidak mampu membentuk pigmen Melanin. Akibatnya alis, rambut, dan kulit tampak putih (albino), dan matanya peka terhadap cahaya. Gen penyebab albino bersifat resesif, sedangkan alel dominannya mengendalikan sifat normal. Seorang anak albino lahir dari pasangan suami isteri yang masing-masing membawa gen albino (carrier). Penyakit tersebut tidak terpaut pada kromosom seks sehingga carierr Albino terdapat pada laki-laki dan perempuan.
Dalam keadaan normal, suatu asam amino (tirosin) oleh tubuh diubah menjadi pigmen/zat warna “ Melanin”. Albinisma terjadi jika tubuh tidak mampu menghasilkan melanin karena beberapa penyebab. Secara khusus, kelainan metabolisme menyebabkan kegagalan membentuk “ melanin” sehingga terjadi “Albinisma”.
Albinisma ditandai dengan :
a.      Pergerakan mata yang sangat cepat (nistagmus)
b.      Strabismus (Juling)
c.      Penurunan ketajaman pengelihatan
d.     Kebutuhan fungsional
e.      Tidak ditentukan pigmen pada : rambut, mata, kulit, atau disebut “ Albinisma okulo kutaneus tanpa Tirosin “
f.       Menggalami fotofobia atau takut dengan sinar matahari dan mudah mengalami luka bakar serta menimbulkan kanker kulit.
      Butawarna merupakan cacat menurun dimana seseorang tidak bisa membedakan warna. Terdiri dari 2 bagian yaitu :
a.       Part color blind adalah seseorang yang tidak dapat membedakan warna-warna dasar seperti hitam, putih, merah, kuning, hijau, biru atau disebut buta terhadap sebagian warna.
b.      Total color blind adalah seseorang yang hanya dapat membedakan warna hitam dan putih .
       Penyakit keturunan ini terpaut kromosom sex (utamanya pada kromosom X), sehingga carier buta warna hanya terdapat pada wanita. Wanita dengan pembawa sifat, secara fisik tidak mengalami kelalinan buta warna sebagaimana wanita normal pada umumnya. Tetapi wanita dengan pembawa sifat berpotensi menurunkan faktor buta warna kepada anaknya kelak. Apabila pada kedua kromosom X mengandung faktor buta warna maka seorang wanita tsb menderita buta warna. Saraf sel di retina terdiri atas sel batang yang peka terhadap hitam dan putih, serta sel kerucut yang peka terhadap warna lainnya. Buta warna terjadi ketika syaraf reseptor cahaya di retina mengalami perubahan, terutama sel kerucut.Berikut ini contoh bentuk-bentuk kromosom sex buta warna atau carier buta warna :
      Hemofilia adalah penyakit genetik/turunan, merupakan suatu bentuk kelainan perdarahan yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya dimana protein yang diperlukan untuk pembekuan darah tidak ada atau jumlahnya sangat sedikit. Penyakit ini ditandai dengan sulitnya darah untuk membeku secara normal saat terjadi luka, sekalipun luka kecil.  Apabila penyakit ini tidak ditanggulangi dengan baik maka akan menyebabkan kelumpuhan, kerusakan pada persendian hingga cacat dan kematian dini akibat perdarahan yang berlebihan. Penyakit ini ditandai dengan perdarahan spontan yang berat dan kelainan sendi yang nyeri dan menahun.
Penyakit ini terpaut kromosom sex ( pada X) sehingga carier hemofilli hanya terdapat pada wanita. Jika seorang ibu adalah pembawa dan sang ayah tidak, maka anak laki-laki akan berisiko terkena hemofilia sebesar 50 persen, dan anak perempuan berpeluang jadi pembawa gen sebesar 50 persen.
Berikut ini adalah beberapa karakteristik Hemofilli :
a.       Hemarthrosis yaitu perdarahan hebat dalam sendi
b.      Perdarahan kedalam otot dengan pembentukan hematoma.
c.       Perdarahan dari mulut atau mimisan mungkin terjadi
d.      Perdarahan dalam saluran pencernaan (feses campur darah)
e.       Perdarahan dalam saluran kemih (urin campur darah)
f.       Perdarahan dalam Intrakranial (perdarahan dalam otak), ditandai dengan mual, muntah atau kelesuan.
g.      Peningkatan perdarahan setelah operasi.
      Diabetes melitus adalah penyakit yang diakibatkan oleh peningkatan kadar gula darah akibat hormon insulin dalam tubuh tidak dapat bekerja secara optimal dan disertai oleh kelainan-kelainan metabolika yang dapat menimbulkan komplikasi. Kekurangan insulin ini merupakan kekurangan insulin absolut atau kekurangan insulin relatif. Seseorang yang memiliki antigen leukosit dalam darah yang diperoleh dari orang tuanya akan cenderung memiliki penyakit diabetes 1 sedangkan diabetes tipe 2 juga merupakan penyakit keturunan yang akan muncul pada generasi berikutnya, terutama jika ada masalah lain.
Penyebab penyakit diabetes mellitus :
a.      Banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung gula
b.      Kurang tidur
c.      Makan terlalu banyak karbohidrat dari nasi atau roti
d.     Merokok
e.      Kurangnya aktivitas fisik
f.       Faktor keturunan
      Gangguan metabolisme karbohidrat ini menyebabkan tubuh kekurangan energi, itu sebabnya penderita diabetes melitus umumnya terlihat lemah, lemas dan tidak bugar. Gejala umum yang dirasakan bagi penderita diabetes yaitu :
a.      Banyak kencing (polyuria) terutama pada malam hari
b.      Gampang Haus dan banyak minum (polydipsia)
c.      Mudah lapar dan banyak makan (polyphagia)
d.     Mudah lelah dan sering mengantuk
e.      Penglihatan kabur
f.       Sering pusing dan mual
g.      Koordinasi gerak anggota tubuh terganggu
h.      Berat badan menurun terus
i.        Sering kesemutan dan gatal-gatal pada tangan dan kaki
      Thalasemia adalah kelainan darah karena hemoglobin darah mudah sekali pecah. Penyakit ini merupakan genetik yang diturunkan jika kedua orangtuanya adalah pembawa sifat (carrier). Akibat kelainan darah ini membuat anak terlihat pucat dan harus mendapatkan transfusi darah secara teratur agar hemoglobinnya tetap normal. Berdasarkan hukum Mendel jika ibunya sebagai carrier, maka setiap anaknya berpeluang 25 persen sehat, 50 persen sebagai carrier dan 25 persen terkena thalasemia.
Gejala Penyakit Thalasemia
a.      Muka pucat
b.      Insomnia atau sulit tidur
c.      Tubuh gampang jadi lemas
d.     Menyusutnya nafsu makan
e.      Tubuh gampang alami infeksi
f.       Jantung bekerja lebih keras untuk mencukupi pembentukan hemoglobin
g.      Alami kerapuhan serta penipisan tulang. perihal ini dikarenakan oleh sumsum tulang yang bertindak mutlak saat menghasilkan hemoglobin tersebut.

Sabtu, 17 Desember 2016

Alat Pelindung Diri (APD) di Laboratorium

nih guys mimin posting Alat yang Wajib digunakan untuk melindungi diri kita pada saat berada di laboratorium.. come on.. baca ampe abiis yaa 😁😁

           Alat Pelindung Diri (APD) atau Personal Protective Equipment (PPE) merupakan peralatan pelindung yang digunakan oleh seorang pekerja untuk melindungi dirinya dari kecelakaan atau kontaminasi lingkungan. Setiap peralatan yang dikenakan harus mampu melindungi pemakainya. APD dapat berkisar dari bentuk yang sederhana hingga yang relatif lengkap.
A.    Perlindungan Mata dan Wajah
Perlindungan mata dan wajah merupakan persyaratan yang mutlak harus dikenakan saat bekerja dengan bahan kimia. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi mata dan wajah dari kecelakaan sebagai akibat dari tumpahan bahan kimia, uap kimia dan radiasi
Secara umum perlindungan mata terdiri atas :
a.       Kaca mata pelindung dan Google
            Untuk melindungi mata terhadap percikan asam, basa atau pecahan kaca/gelas. Perlindungan dengan goggles lebih aman daripada kacamata karena goggles lebih kuat terikat dan lebih banyak bagian muka yang terlindung.
b.      Pelindung wajah (Face Shield)
            Untuk melindungi muka secara sempurna termasuk mata. Alat tersebut tahan terhadap benturan mekanik atau bahan kimia. Amat baik dipakai pada waktu menangani asam, basa dan terutama bahan-bahan atau percobaan yang eksplosif.
Pemilihan APD mata harus disesuaikan dengan wajah dan tingkat keamanan yang cukup untuk jenis bahan kimia
     Hasil gambar untuk face shield                                 Hasil gambar untuk safety goggles
B.     Perlindungan Badan/Tubuh
Baju yang dipakai selama bekerja di laboratorium atau yang biasa disebut jas laboratorium (jas lab). Jas lab yang sering digunakan biasanya terbuat dari katun dan bahan sintetik. Bahan yang digunakan harus mampu melindungi pekerja laboratorium dari percikan bahan kimia, panas, dingin, uap lembab dan radiasi.
Gambar terkait

Cara menggunakan jas lab : kancing jas harus selalu dalam kondisi terpasang, ukuran jas lab sesuai dengan ukuran badan pemakainya. Bila terkena tumpahan bahan kimia, segera  lepas jas secepat mungkin sebelum tumpahan bahan kimia mengenai kulit.
Perlindungan badan lain yang bisa digunakan adalah Apron dan Jumpsuits. Apron digunakan untuk melindungi badan dari kontaminasi cairan yang bersifat korosif dan iritan. Perlengkapan seperti celemek biasanya terbuat dari karet atau plastik.  Apron yang terbuat dari plastik tidak boleh  digunakan di area larutan yang mudah terbakar dan bahan kimia yang dapat terbakar yang dapat dipicu oleh listrik statik. Jumpsuits (baju parasut) biasanya digunakan untuk keadaan dengan resiko tinggi seperti saat menangani bahan kimia karsinogenik dalam jumlah banyak. Jumpsuits terbuat dari bahan yang dapat didaur ulang.

C.     Perlindungan Tangan
Kontak pada kulit tangan merupakan permasalahan yang sangat penting bila pekerja laboratorium terpapar bahan kimia yang korosif dan toksik. Sarung tangan (gloves) merupakan salah satu solusi untuk melindungi tangan selama bekerja di laboratorium. Sarung tangan akan memberi perlindungan dari bahan kimia berbahaya, pecahan peralatan gelas, pemukaan kasar atau tajam dan material panas atau dingin.
Hasil gambar untuk sarung tangan laboratorium

Kriteria pemilihan bahan sarung didasarkan pada bahan kimia yang ditangani, ketebalan dan rata-rata daya tembus atau terobos bahan kimia ke kulit tangan. Sarung tangan harus diganti secara periodik berdasarkan frekuensi pemakaian dan permeabilitas bahan kimia yang ditangani. Jenis sarung tangan yang sering dipakai di laboratorium, diantaranya, terbuat dari bahan karet, kulit dan pengisolasi (asbestos) untuk temperatur tinggi. Jenis karet yang sering digunakan adalah karet alam atau karet butil, neoprene, nitril dan PVC.

D.    Perlindungan Pernafasan

Kontaminasi bahan kimia (partikel, debu, uap atau gas) sering kali masuk melalui pernafasan. Perlindungan pernafasan atau masker dipilih berdasarkan jenis kontaminasi, konsentrasi dan batas paparan. Beberapa perlindungan pernafasan dilengkapi dengan filter yang berfungsi untuk menyaring udara masuk. Filter masker mempunyai batas waktu pemakaian sehingga harus sering diganti.

Respirator


Hasil gambar untuk alat pelindung diri pernafasanHasil gambar untuk respiratorHasil gambar untuk respirator



Macam-Macam Respirator :
1.      Respirator pemurni udara
            Jenis ini memakai filter atau kanister yang dapat menyerap kontaminan dalam udara. Jenis filter berbeda-beda bergantung jenis gasnya dan diberi warna yang berbeda sesuai dengan kemampuan penyerapan gas.
}  Gas asam                                             : putih
}  Gas asam sianida                                 : putih dengan strip hijau
}  Gas klor                                               : putih dengan strip kuning
}  Uap organik                                        : hitam
}  Gas amonia                                         : hijau
}  Gas karbon monoksida                       : biru
}  Gas asam dan uap organik                  : kuning
}  Gas asam, uap organik dan amonia     : cokelat
2.      Respirator pemasok udara/oksigen
            Jenis ini dipakai untuk bekerja dalam ruang yang berkadar oksigen rendah seperti ruang tertutup atau berpolusi berat, seperti adanya gas N2, CO2, NH3, CO, HCN) pada konsentrasi tinggi.

E.     Pelindung kaki (safety shoes)

Hasil gambar untuk boots safety

Ketika bekerja di dalam laboratorium, diharapkan menggunakan pelindung kaki. Hal ini dimaksud untuk melindungi kaki dari basah, electrostatic build-up, terpeleset, terpotong dan tertusuk, benda berjatuhan, percikan zat kimia dan besi, abrasi. Secara umum alat perlindungan pada kaki terdiri dari   :
• Sepatu dan bot safety dengan pelindung jari kaki dan telapak sepatu yang anti tusuk
• Celana panjang

F.      Perawatan APD
1.      Setelah selesai menggunakan diletakkan pada tempatnya
2.      Dibersihkan secara berkala
3.      Periksa APD sebelum dan sesudah dipakai untuk mengetahui adanya kerusakan atau tidak layak pakai
4.      Pastikan APD yang dipakai aman untuk keselamatan, jika tidak sesuai maka perlu diganti dengan yang baru.